BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menanggapi keluhan yang disampaikan pihak distributor pangan dalam rapat kordinasi stabilitas harga kebutuhan pokok jelang Ramadan dan Idul Fitri di ruang rapat Bupati Kobar, Senin (29/5/2017), Branch Coordinator operator peti kemas PT Meratusline, Ngurah Santha menyebut harga Rp8,5 juta per peti kemas untuk sekali pengiriman itu murah.


Pasalnya, banyak jenis tarif yang tidak hanya diambil oleh Meratus. Namun ada pihak-pihak lain yang menyumbang jasa dan memasang tarif dalam proses pengirimanndan dan bonhkar muat peti kemas di pelabuhan Kalap, Bumi Harjao Kecamatan Kumai Kabupaten Kobar.


"Rp8,5 juta per peti kemas itu kalau di konversikan, kami hanya menerima Rp350 rupiah perkilogram untuk ongkos jasa angkutnya," kata Ngurah Santha, Senin (29/5/2017).


Biaya tersebut dianggapnya normal dan wajar. Sebab jasa peti kemas meratus sendiri hanya mengantar barang milik distributor dari pelabuhan sampai ke pelabuhan. Sementara untuk biaya angkutan dan bongkar muat itu ada pihak lain yang sudah include dengan total harga tersebut.


"Biaya yang kami tentukan itu sudah sepaket dengan rincian semua biaya yang kami anggap itu itemnya bukan banyak, tapi buanyak (sangat banyak)," lontarnya disusul gelak tawa dari bebebrapa tamu perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati serta Wakil Bupati Kobar.


Pihak distributor sendiri sebelumnya menyampaikan keluhan akan mahalnya harga peti kemas kepada Bupati dan Wakil Bupati Kobar dapam rapat kordinasi tersebut. Heri, salah satu perwakilan dari distributor pangan menyebut, pihak Meratus selalu menaikn harga peti kemas tanpa kordinasi terlebih dahulu dengan pihak distributor. Selain itu, ia mengaku harga peti kemas di Kobar ini jauh lebih mahal dibanding di pelabuhan peti kemas Sampit dan Banjarmasin.


"Di sampit lebih murah Rp500 ribu sampai Rp1 juta per peti kemasnya. Apalagi di Banjarmasin, tarifnya hanya Rp4 juta sekali angkut per peti kemas. Tapi di Kobar kenapa bisa mahal sampai Rp8,5 juta," kata dia.


Mahalnya harga jasa angkut barang pangan itu pun dianggap distributor akan mempengaruhi harga di pasaran. Contohnya harga bahan sejumlah bahan pokok di pasaran mahal.


Terkait permasalahan itu pun, Bupati Kobar Hj Nurhidayah berjanji akan mengadakan rapat khusus mencari jalan keluarnya. "Nanti ke depan kita akan rapat khusus terkait keluhan-keluhan ini," kata Nurhidayah. (CECEP HERDI/B-8)