BORNEONEWS, Muara Teweh – Jalan raya dan trotoar merupakan fasilitas umum yang harus terbebas dari bangunan dan dagangan sreta pedagang kaki lima.
Namun di kota Muara Teweh, banyak masyarakat atau pedagang yang memanfaatkan bdan jalan dan trotoar untuk menggelar dagangannya, seperti di kawasan Jalan Sengaji Hulu atau Pasar IPU.
Para pedagang menggelar dagangannya di trotoar bahkan badan jalan. Kondisi ini tentu dapat membuata kemacetan di kawasan tersebut, apalagi lokasi ini di kawasan pasar.
Tentunya harus ada penertiban di kawasan tersebut, sehingga penataan jalur lalu lintas dan kawasan dapat lancar. Untuk itu perlu adanya tindakan dari instansi terkait seperti Satpol PP sebagai instansi penegak Perda untuk menindaklanjutinya.
Rudi, warga Muara Teweh mengatakan di kawasan tersebut memang selalu terjadi kemacetan, ditambah dengan banyaknya kendaraan roda empat dan enam yang berhenti.
Selain itu dagangan para pedagang juga di gelar di trotoar hingga badan jalan yang membuat masyarakat atau pejalan kaki harus berjalan di badan jalan, sehingga membuat kemacetan dan potensi bahaya.
"Saya selalu terkena macet disetiap harinya apabila melintas. Untuk itu perlu adanya penertiban dari pemerintah daerah kepada pedagang," katanya. (RAMADHANI/B-6)
Pedagang di Muara Teweh Gunakan Bahu Jalan Untuk Berjualan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Barito Utara: Pembangunan Jembatan Lemo Perkuat Konektivitas dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Perkuat Pemenuhan Hak Anak, Pemkab Barito Utara Gelar Rakor Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak 2026
Bupati Barito Utara Tekankan Evaluasi Kinerja dan Percepatan Program Pembangunan Daerah
Bupati Barito Utara Tekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja PDAM Untuk Tingkatkan Pelayanan Air Bersih
Akses BBM di Wilayah Jauh Jadi Sorotan, PertaLink Disiapkan untuk Barito Utara
Bupati Dorong 84 Wisudawan Polimat Berkontribusi bagi Pembangunan Barito Utara
Komentar (0)
Memuat komentar…







