BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini kedalaman air di Sungai Mentaya masih menjadi faktor utama kedatangan dan keberangkatan kapal laut yang sandar di Pelabuhan Sampit.

Seperti yang dikatakan nahkoda Kapal Kirana III Himawan Prasetyo, di mana saat ini yang menjadi kendala utama waktu kedatangan dan keberangkatan kapal adalah kedalaman air yang tidak terlalu tinggi.

"Saat ini yang jadi kendala adalah air pasang yang kurang tinggi. Hal itu bisa membuat kapal kandas," ujar Himawan, Selasa (30/5/2017).

Dengan adanya hal tersebut, maka akan membuat kedatangan kapal terlambat. Sehingga bongkar muat barang juga akan terganggu dan berdampak pada keberangkatan kapal.

Selain itu, melintasnya tugboat yang menarik tongkang namun kandas di muara Sungai Mentaya juga menjadi salah satu kendala bagi mereka. Karena kapal akan menghalangi alur hingga mereka harus mencari jalur yang airnya tidak dangkal.

"Kalau tongkang yang narik tugboat kandas itu cukup mengganggu. Karena kapal kami akan mencari jalur yang lebih dalam," lanjut Himawan.

Sementara, untuk cuaca di laut Jawa saat ini cukup normal. Dengan ketinggian air yang mencapai 1 meter. Dengan adanya hal itu, tidad ada gangguan. Namun pihaknya memprediksi bahwa memasuki Juni hingga Agustus 2017 mendatang kemungkinan gelombang akan besar. Hal itu dikarenakan sudah memasuki musim tenggara.

Walaupun diprediksi adanya gelombang tinggi, namun pihaknya tetap berharap agar pelayaran tetap berjalan lancar, aman, dan semua penumpang dan nahkoda selamat sampai tujuan. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)