BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasar Wadai bisa dikatakan sebagai salah satu ciri khas suasana Ramadan. Namun bukan hanya umat Islam yang menjalankan ibadah puasa saja yang merasa senang dengan kebadaan kumpulan penjual makanan untuk berbuka puasa tersebut.

Warga non muslim juga tidak ketinggalan ikut menikmati banyaknya pilihan makanan yang berada di pasar wadai yang terdapat di beberapa lokasi di Kota Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Krestin, salah seorang warga Pangkalan Bun non muslim mengaku setiap Ramadan tiba ia tidak pernah ketinggalan mengunjungi beberapa pasar wadai yang tersebar di beberapa titik kota.

"Walau kami tidak menjalankan ibadah puasa, keberadaan pasar wadai ini juga membantu kami untuk mendapatkan hidangan keluarga. Karena begitu banyak pilihan hidangan yang dijual," ujarnya di pasar wadai Ramadan di Jalan Pramuka yang berada di kawasan Monumen palagan Sambi.

Menurutnya, saat bulan Ramadan inilah ia sekeluarga tidak pernah memasak sendiri hidangan santap malam. "Pilhan makanan siap santap sangat beragam. Rasanya tidak bosan membeli makanan jadi dari beberapa pasar wadai tersebut. Anggap saja wisata kuliner murah meriah," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, beberapa kue-kue basah yang dijual di pasar wadai juga mengingatkan kenangan masa kecilnya. Ada beragam kue yang disajikan seperti bingka berandam, hamparan tatak, lupis dan berbagai macam lagi. "Waktu saya masih kecil, banyak sekali orang yang menjual kue tersebut, tapi sekarang sepertinya mulai kalah bersaing dengan kue yang dianggap modern. Tentunya dengan memakan kue-kue tersebut, mengingatkan lagi memori masa kecil saya dulu," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)