BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banjir kerap melanda Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Pemkab Kobar harus berpikir keras mencari solusi atas masalah itu.
Data terbaru dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kobar menyebut, ratusan rumah warga ditambah fasilitas publik seperti puskesmas, pustu bahkan sekolah terendam banjir.
Rapat koordinasi (rakor) pun digelar, seluruh pihak terkait termasuk perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah terdampak banjir diwajibkan hadir, meskipun ada beberapa diantaranya tak hadir. Sejumlah masukan dalam rakor tersebut menjadi perhatian Pemkab Kobar di antaranya, permintaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kobar dan Lurah Pangkut.
Kepala DPU Kobar, Agus Yuwono menyebut agar pemkab dapat membatasi kegiatan replanting yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Pasalnya, kegiatan tersebut dituding menjadi penyebab banjir yang melanda kecamatan tertua di Kobar itu.
"Batasi kegiatan replanting perusahaan. Bagaimana tidak replanting itu mengakibatkan hutan gundul dan tidak ada yang menyerap air ketika terjadi hujan," kata Agus dalam rakor penanganan bencana di ruang rapat kantor bupati, belum lama ini. (CECEP HERDI/B-2)
Cegah Banjir, Pemkab Kobar Harus Batasi Kegiatan Replanting
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tentara Yaman Lumpuhkan Lebih dari 300 Petempur Houthi
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







