BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Banjir yang sering melanda Kecamatan Aruta, Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa tahun belakangan ini sudah memukul keprihatinan seluruh pihak.
Lurah Pangkut Nasir meminta agar pemerintah bisa melakukan pengerukan Sungai Arut atau normalisasi. "Kalau bisa normalisasi, dengan mengeruk Sungai Arut itu," ucapnya, Rabu (31/5/2017).
Data terbaru dari badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kobar menyebut, ratusan rumah warga ditambah fasilitas publik seperti puskesmas, pustu bahkan sekolah terendam banjir.
"Sebelum ada perusahaan tidak pernah banjir seperti ini. Banjir tetap ada, tetapi tidak pernah sesering ini dan tidak selama ini sampai satu pekan lebih," kata Nasir.
Meski begitu, ia menegaskan, bahwa tidak ada yang bisa dipersalahkan dalam hal ini. Ini semua merupakan perubaham zaman, yang terus bergerak maju termasuk Kecamatan Aruta ini. (CECEL HERDI/B-2)
Sering Banjir, Sungai Arut Harus Dikeruk
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Harga Cabai Rawit Merah Rp90 Ribu per Kg, Pemkab Kobar Siapkan Bantuan Bibit
Polsek Pahandut Amankan Pria Mengaku Anggota BPK Minta Sumbangan di Palangka Raya
Polres Lamandau Sita 705 Gram Sabu dan 400 Pil Ekstasi, Terduga Kurir Diamankan
KPK Periksa Direktur L&G Insurance Broker Sebagai Saksi Kasus Jasindo
Polres Lamandau Tangani 3 Kasus Karhutla, Luas Lahan Terbakar Capai 7,3 Hektare
Telur, Cabai dan Sayuran Ludes Terjual di Pasar Murah Kobar
Komentar (0)
Memuat komentar…







