BORNEONEWS, Sampit - PT Pelni yang melayani pemudik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memberlakukan sistem buka tutup terhadap penjualan tiket agar tidak ada penumpukan penumpang dalam satu jadwal keberangkatan kapal.  

"Sampai saat ini belum ada kapal yang ful.  Namun beberapa jadwal sementara kami tutup. Agar ada pemerataan penunpang pada jadwal lainnya," ujar Kepala PT Pelni Sampit Agus Suprijatna, Rabu (31/5/2017).

Dengan adanya sistem tersebut  diharapkan pemerataan penunpang pada sejumlah keberangkatan bisa terjadi.  Sehingga tidak ada lagi penumpukan di satu jadwal.  Sedangkan untuk saat ini, sedikitnya ada tiga jadwal keberangkatan yang terlihat full yakni tanggal 19, 20, 22 Juni.  

Namun dengan adanya sistem tersebut,  maka nantinya pembelian tiket akan dibuka kembali.  Terkecuali kapasitas kapal sudsh full,  maka penjualan akan di tutup.  

"Untuk kapasitas penumpang sebanyak 1.600 orang. Dan saat ini masih banyak keberangkatan kapal yang belum terisi penuh," kata Agus.  

Arus mudik kali ini  PT Pelni menyiapkan sembilan keberangkatan taua call. Dimana hal itu akan dilakukakan sejak H-15 jelang lebaran.  Karena pada saat itulah penumpang mulai mengalami peningkatan.  

Walaupun begitu,  arus mudik pada 2017 ini diprediksi mengalami penurunan, yakni hanya 16.000 saja.  Hal itu sangat jauh menurun dibandingkan pada 2016 lalu yang mencapai 25.000.  (MUHAMMAD HAMIM/B-5)