BORNEONEWS, Sampit - Sri Utami awalnya sudah berniat menyelesaikan kasus hukum suaminya Hasan Anwar alias Anwar secara baik-baik, agar kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa menjadi pertimbangan hakim.

Namun melihat gelagat tersangka yang justru sebaliknya, menuding korban dengan tidak benar, ia mengurungkan niatnya itu. Terlebih tetap ngotot menyebut korban punya pria idaman lain.

"Padahal saya ingin membantu dia, biar bagaimanapun dia ayah anak-anak saya, tapi sepertinya dia malah seperti itu macam-macam menuduh saya, tidak benar sama sekali," kata Sri, Kamis (1/6/2017) dengan nada kecewa.

Untuk masalah KDRT secara manusiawi Sri bersedia memaafkannya bahkan awalnya ingin berdamai, namun untuk mempertahankan hubungan rumah tangga menurutnya tidak bisa, karena dirinya tidak tahan lagi hidup bersama Anwar, pria yang dinilainya malas bekerja tersebut.

Menurut Sri, banyak bukti yang membuat pikiran Anwar yang dinilainya tidak baik. "Seperti dia ngomong dengan anak-anak, katanya tidak apa-apa cerai dengan saya, karena katanya dia cuma memikirkan harta saja, apakah kata-kata seperti itu baik disampaikan ke anak-anak, kan tidak," ucap Sri.

Dari berbagai macam alasan dan perlakuan Anwar yang menyakitkannya itulah ia memilih untuk menceraikannya, bahkan melaporkannya setelah Anwar menganiayanya pada Jumat (31/3/2017) lalu di kediaman mereka Jalan Jenderal Sudirman Km 85 Desa Sebabi, Kecamatan Telawang Kabupaten Kotim.(NACO/B-2)