BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Desa Pasir Panjang, Tamel Otoi menyesalkan terjadinya insiden pemukulan yang dilakukan oleh perwira AU Lanud Iskandar terhadap Fredy (53) dan anaknya, Giancarlo Fiesta (18), pada Rabu (31/5/2017) sekitar pukul 18.30 WIB.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Pasir Panjang, depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7.

"Apapun kesatuannya, perwira AU tersebut adalah anggota TNI. Bukankah dalam sumpahnya berkewajiban mengayomi masyarakat, bukan malah menganiaya masyarakat," kecam Otoi.

Beberapa jam usai insiden pemukulan tersebut, dia mengatakan sempat mendatangi rumah korban.

"Saya juga sempat membicarakan hal ini melalui sambungan telepon dengan pihak AU. Katanya mereka ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Namun intinya bila masalah ini ingin cepat selesai, seharusnya pihak yang memukul proaktif untuk melakukan perdamaian," tegasnya. (YD/B-11)