BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Desa Pasir Panjang Tamel Otoi mengakui mendengar kabar yang berkembang di Desa Pasir Panjang dan sekitarnya bahwa perwira AU Lanud Iskandar sesumbar tidak takut terhadap siapapun, termasuk dengan orang dari suku tertentu. Karena itulah sang kades terus mencoba meredam agar warganya tidak terprovokasi oleh kabar tersebut.

"Saya imbau masyarakat agar tidak terpancing atau terprovokasi dengan kabar tersebut. Bila benar, rasanya tidak pantas kata-kata tersebut keluar dari seorang perwira AU. Karena mereka adalah anggota TNI. Katanya NKRI harga mati, kenapa malah mengeluarkan kata-kata yang bisa memicu perpecahan," ujar Tamel Otoi kepada Borneonews, Kamis (1/6/2017).

Kabar tersebut berkembang usai terjadinya insiden pemukulan yang dilakukan perwira AU Lanud Iskandar terhadap warga Desa Pasir Panjang yaitu Fredy (53) dan anaknya yang dikenal sebagai pembalap motocross nasional Giancarlo Fiesta (18), Rabu (31/5/2017), sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Pasir Panjang depan SMP 7 Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Ia mengaku mendengar kabar tersebut santer terdengar di Desa Pasir Panjang dan sekitarnya beberapa jam usai terjadinya insiden pemukulan.

"Sebagai kades, tentunya saya berkewajiban untuk meredam dan mencegah masalah ini meluas. Namun sebenarnya, bila masalah ini ingin segera tuntas, seharusnya perwira yang melakukan pemukulan itulah yang harus pro aktif untuk menyelesaikan persoalan termasuk meminta maaf pada korban," ujarnya. (WAHYU KRIDA/N).