BORNEONEWS, Muara Teweh - Berlarut-larutnya perbaikan kabel listrik dalam tanah dari PLTG Bangkanai ke Desa Karendan, Kecamatan Lahei di khawatirkan berujung protes warga. Pasalnya kabel listrik tersebut putus akibat terkena garapan alat berat jenis bolduzer oleh PT Timas Suplindo, Jumat (26/5/2017). Warga Desa Karendan sangat gelisah sekali dengan putusnya kabel listrik dalam tanah tersebut.

"Kami khawatir pihak PT Timas dan PLN didemo warga. Sebab sampai sekarang belum ada pengakuan atau tanggung jawab dari PT Timas untuk melakukan penggantian terhadap kabel tersebut. Sebab dampaknya beberapa hari ini terjadi pemadaman,” ujar Sekretaris Desa Karendan, Paldi, di Muara Teweh, Kamis (1/6/2017).

Padahal, kata dia, sekarang ini adalah bulan puasa, tentunya warga sangat membutuhkan penerangan aliran listrik. Karena warga sudah merasa nyaman dalam penerangan aliran listrik. Tiba-tiba gelap gulita, sehingga menggangu aktivitas warga yang melaksanakan ibadah puasa di desa.

Aparat Desa Karendan berharap pihak PT Timas Suplindo segera bertanggung jawab dengan melaporkan kepada pihak PT PLN untuk melakukan perbaikan terhadap kabel litrik dalam tanah tersebut. Paldi mengaku mendapat informasi, pihak PT PLN Ranting Muara Teweh sudah berkoordinasi dengan PT PLN Cabang Kuala Kapuas, tetapi belum ada tanggapan dari PT Timas.

"Karena itu, PLN pun belum bisa tanggung jawab dari Subkon perusahaan tersebut,” katanya. (RAMDHANI/N).