BORNEONEWS, Palangka Raya - Setelah era Kemerdekaan, tepat 60 tahun lalu (1957) Presiden Pertama RI Soekarno menginjakkan kaki di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejak Saat itu Kalteng disebut sebagai Bumi Pancasila.

Menyambut hari lahir Pancasila, 1 Juni, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Haji Agustiar Sabran, menyampaikan agar masyarakat merayakan hari lahir Pancasila dengan kegembiraan di Bumi Pancasila.

Menurut dia, warna perbedaan harus menyatu menjadi persatuan di Bumi Dayak. Karena dalam Dayak ada berbagai agama dan macam etnis. Keberhasilan DAD menjaga kerukunan ini harus disyukuri dan dirayakan.

Terkait dengan isu akhir-akhir ini soal ideologi anti Pancasila dengan maraknya bom dan teroris, ketua DAD juga mencermatinya.

"Saya tegaskan, di Bumi Pancasila tidak boleh hidup ideologi teroris dan anti Pancasila. Tidak ada ruang untuk ideologi-ideologi itu. Karena Dayak adalah bagian dari warna Pancasila itu sendiri," tandas Agustiar. (B-5)