BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pasca mengalami banjir bandang pada Senin (29/5/2017) lalu di enam desa di Kecamatan Sungai Babuat, Kabupaten Murung Raya, kini kondisi masyarakat maupun lingkungan sekitar mulai berjalan normal.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura Markudius Dani mengatakan, sejak adanya laporan tentang banjir bandang di enam desa, yakni Desa Bantian, Tumabang Saan, Tumbang Apat, Solok, Tambelum dan Batu Mirau pihaknya langsung mengecek ke lapangan.

"Sekarang kondisi masyarakat dienam desa tersebut sudah berangsur kondusif sebab sekarang banjir tidak lagi menggenang wilayah tersebut," kata Dani melalui sambungan telepon, Kamis (1/6/2017).

Penyebab banjir bandang, kata Dani, karena aliran air di Sungai Babuat tidak bisa dengan cepat mengalir ke Sungai Barito karena debit air Sungai Barito sendiri dalam keadaan tinggi.

"Karena pada saat itu hujan lebat serta aliran sungai yang lambat menyebabkan air tumpah ke pemukiman warga di enam desa. Dampak banjir bandang tersebut menyebkan kerugian materi dari 230 kepala keluarga (KK)," tambah Dani. (SUPRIADI/B-5)