BORNONEWS, Puruk Cahu - Musibah banjir yang melanda wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah meluas. Hingga Jumat (2/6/2017), debit air DAS Barito perlahan terus naik, mengakibatkan banjir semakin meluas. Akibatnya, ribuan rumah di wilayah Bupati Perdie M Yoseph itu terendam. Sebagian warga sudah mengungsi ke rumah kerabat.


"Saat ini banjir belum ada tanda tanda akan surut. Malah, semakin meluas," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Murung Raya, Merkudius Dani saat dikonfirmasi wartawan, di Puruk Cahu, Jumat (2/6/2017).


Merkudius Dani menyebutkan, dalam 24 jam terakhir, debit Sungai Barito terus saja naik perlahan, sehingga banjir semakin meluas, sampai mencapai lebih dari ketinggian normal. Karena itu, diperkirakan ada ribuan rumah sudah terendam, khususnya permukiman di bantaran sepanjang DAS Barito. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Murung, Laung Tuhup, Permata Intan, Sumber Barito dan Barito Tuhup Raya.


“Kondisi banjir seperti ini bisa dibilang paling parah selama 2 tahun terakhir, Ketinggian air sampai mencapai 2 meter masuk permukiman atau rumah warga. Sehingga saat ini warga sudah banyak yang mengungsi ke rumah kerabat,” tuturnya.


Namun ada juga yang masih bertahan meski rumahnya telah terendam banjir. Mereka membuat lantai darurat, untuk menjaga perabotan rumah tangga, selain khawatir dicuri kalau ditinggalkan.


Untuk sementara, BPBD Mura memantau kondisi di lapangan dan terus siaga. Termasuk menyiapkan peralatan evakuasi di beberapa lokasi banjir untuk membantu masyarakat yang ingin mengungsi atau mengangkut barangnya.


Sementara itu, Eko, warga Beriwit, salah satu korban banjir kepada Palangka Post mengungkapkan,  musibah banjir ini, berakibat pada kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, bersama warga lainnya, ia berharap ada bantuan dari pemerintah, khususnya untuk kebutuhan pangan. Ia mengungkapkan, seperti dirinya, banyak warga yang telah berhari-hari tidak bisa bekerja lantaran kondisi banjir tersebut. Artinya, sudah lama mereka tidak memiliki penghasilan.


Namun sampai saat itu, Eko mengakui belum ada bantuan dari Pemerintah. Yang ada, katanya, hanya peninjauan dan pendataan. Saat ini warga korban banjir sangat membutuhkan bantuan, khususnya bahan pangan, seperti beras.


“Sampai saat ini kami belum menerima bantuan dari Pemerintah ataupun pihak lainnya, padahal kami sangat membutuhkan karena akibat banjir ini kami tidak bisa beraktivitas atau bekerja untuk memenuhi nafkah hidup sehari hari” tuturnya. (TRISNO/PPOST/N).