BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ucapan sesumbar yang dilontarkan dengan nada marah oleh  perwira AU Lanud Iskandar Pangkalan Bun kepada anggota keluarga Freddy (53 tahun) dan anaknya Giancarlo Festa (18) ternyata berbuntut panjang.

Sekretaris Dewan Adat Dayak Kotawaringin Barat (DAD Kobar) Wendy Suwarno mengatakan, pihaknya sangat tersinggung atas ucapan yang dilontarkan oleh perwira AU tersebut.

Ia juga mengaku heran, lantaran urusan pribadi yang hanya gara-gara urusan sepele yaitu selipan mobil di jalanan,  perwira AU tersebut berlaku arogan.

"Siapapun orangnya, apapun suku dan agamanya selama ia benar namun teraniaya, kami akan memberikan support. Arogansi yang ditunjukkan oleh  perwira AU tersebut benar-benar membuat kami kecewa. Karena bila ini didiamkan, bisa saja insiden tersebut menimpa anggota keluarga kami," jelasnya

Menurutnya bila  perwira AU tersebut tidak mengeluarkan kata-kata yang bernada tantangan, tentunya situasi akan sedikit berbeda. Padahal, lanjut Wendy, saat ini slogan NKRI Harga Mati selalu digaungkan oleh pemerintah dan TNI.

"Kenapa  perwira tersebut malah mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas yang bisa memicu perpecahan," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)