BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sekretaris Dewan Adat Dayak Kotawaringin Barat (DAD Kobar) Wendy Suwarno menilai, sesumbar oknum perwira AU Lanud Iskandar Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin barat (Kobar) yang mengatakan dirinya tidak takut terhadap siapapun, sangat kelewatan.
"Warga Kobar dihajar oleh oknum perwira AU di wilayah Pasir Panjang atau Laman Tuha, dekat Rumah Adat Betang Pasir Panjang. Ini adalah penghinaan besar," ujar Wendy, Jumat (2/6/2017).
Menurutnya, oknum perwira AU tersebut sudah tidak pantas lagi berada di Kabupaten Kobar. "Atas arogansi yang ditunjukkanya, oknum perwira tersebut tentunya harus mendapatkan sanksi hukum. Pelaksanaannya harus transparan agar masyarakat bisa mengetahuinya. Bukan hanya itu saja, oknum perwira tersebut juga harus menjalani sidang adat atas apa yang dilakukannya. Kemudian ia harus angkat kaki dari Kabupaten Kobar," ujarnya.
Tidak lama lagi, lanjut Wendy, DAD Kobar akan menggelar aksi terkait arogansi yang dilakukan oleh perwira AU Lanud Iskandar tersebut. "Dalam waktu dekat ini kami akan menggelar aksi demo. Tunggu saja," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-2)
DAD Kobar Tuntut Transparansi Sanksi terhadap Perwira AU
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kompleks Pasar Tumbang Sanamang Katingan Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah
Kalteng Perlu Waspada Kekeringan hingga Awal 2027, BNPB Siapkan Mitigasi El Nino
Kabut Asap, Kecelakaan Menewaskan Dua Pengendara di Sudirman Km 9 Sampit
Akademisi Soroti Kemarau Panjang dan Lahan Gambut dalam Karhutla Kalteng
IPLM dan Perpustakaan Sekolah
Kemenkes: Tujuh Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Kategori Udara Berbahaya
Komentar (0)
Memuat komentar…







