BORNEONEWS, Palangka Raya - Inflasi di Kalimantan tengah (Kalteng) mencapai 0,34 persen selama Mei 2017. Kondisi ini disumbang dua kota indikator inflasi yaitu Palangka Raya dan Sampit, yang masing-masing mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dan 0,02 persen. Sejauh ini Inflasi tahun kalender Kalteng berada pada posisi 2,27 persen.

“Inflasi Kota Palangka Raya terutama dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (2,33 persen), transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,88 persen), serta sandang (0,28 persen),” kata Kepala BS Kalteng Hanif Yahya, Jumat (2/5/2017).

Sedangkan Inflasi Kota Sampit, sambung dia, terutama dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran sandang (1,32 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (1,28 persen), serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,41 persen).

Jika dibandingkan tingkat inflasi kedua kota selama Mei 2017, secara umum andil kelompok pengeluaran di Palangka Raya lebih tinggi dibandingkan Sampit, terutama berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar yang diikuti oleh kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Sementara itu, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan, serta sandang memiliki kontribusi cukup tinggi terhadap inflasi di Kota Sampit. Sedangkan kelompok bahan makanan lebih berpotensi menyebabkan terjadinya deflasi di kedua kota IHK tersebut.

“Artinya, kelimpok bahan makanan belum atau bukan menjadi pemicu utama penaikan harga yang menyebabkan inflasi di kedua kota indikator Inflasi Kalteng ini,” tuturnya. (ROZIQIN/B-11)