BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang menenggelamkan kawasan RSUD dr Murjani Sampit juga mengakibatkan masjid di kawasan setempat ikut terendam, akibatnya salat tarawih di tempat ini gagal dilaksanakan.

"Seperti malam-malam lalu, jamaah masjid sini penuh sampai di selasar, malam ini tadi tidak ada salat tarawih," kata Gandi, petugas rumah sakit, Jumat (2/6/2017) malam kepada Borneonews.co.id.

Menurut Gandi, salat tarawih tidak dilakukan lantaran banjir ikut menenggelamkan rumah sakit. Meski demikian menurutnya hujan sudah turun sejak sore hari, salat magrib sempat dilaksanakan di masjid tersebut, namun usai salat magrib, air mulai tinggi dan menenggelamkan masjid tersebut.

Alhasil tidak ada yang bisa melaksanakan ibadah di masjid tersebut, bahkan sejumlah sajadah tampak digulung, sementara air tidak hanya menggenani bagian selasar saja, bahkan bagian dalam masjid juga ikut terendam.

Sampah-sampah tampak mengotori kawasan mesjid tersebut, oleh petugas masjid ditutup."Hujan lebat sekali dari sore, sampai malam ini," ungkap Gandi.

Hujan dengan intensitas tinggi tersebut membuat kawasan rumah sakit tenggelam, sejumlah tempat yang terendam yakni selasat bagian depan dan halaman depan rumah sakit. Air sendiri cukup dalam dengan ketinggian sekitar 10-20 cm. (NACO/B-5)