BORNEONEWS, Sampit - Saluran drainase yang ada tidak lancar sehingga tidak mampu menyerap air yang menenggelamkan sejumlah wilayah yang ada di Sampit khususnya RSUD dr Murjani Sampit, Jumat (2/6/2017) malam tadi.

Bahkan, setelah beberapa jam hujan berhenti kondisi air tidak ada perubahan, lantaran serapan drainase yang tidak lancar itu membuat genangan air masih terjadi.

"Saluran utama (drainase) tidak begitu lancar sehingga tidak bisa menampung debit air yang begitu tinggi, biasanya cepat saja, apalagi drainase selama ini selalu dibersihkan," kata Arsyad salah seorang keluarga pasien saat di RSUD dr Murjani Sampit, Jumat (2/6/2017) malam tadi.

Mereka berharap air yang menenggelamkan sebagian kawasan rumah sakit cepat surut, agar tidak mengganggu sistem pelayanan serta mengganggu kesehatan pasien maupun keluarganya.

"Drainase harus selalu diperhatikan, jika tidak air lambat surut seperti ini, sudah dua jam air masih dalam seperti ini," tukasnya.

Air hujan dengan intensitas yang tinggi itu hampir menenggelamkan seluruh jalur utama Kota Sampit malai dari wilayah Kecamatan Baamang hingga Kecamatan MB Ketapang, rumah warga hingga rumah sakit.

Beruntung untuk di rumah sakit tidak ada pasien yang harus sampai dievakuasi meski halaman dan selasarnya harus terendam hujan yang turun dengan lebat dari sore hingga malam sekitar pukul 20.00 WIB. (NACO/B-5)