BORNEONEWS, Sampit - Manajemen Rumah Sakit dr Murjani, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, memastikan banjir yang melanda tidak tidak mengganggu sistem pelayanan.

"Untuk pelayanan tidak ada masalah tetap jalan seperti biasa, meski selasar dan ruang laboraturium ikut terendam," kata Direktur Rumah Sakit dr Murjani, Denny Muda Perdana kepada Borneonews, Sabtu (3/6/2017).

Menurut Denny, selasar yang terendam berada di bagian depan ruangan lama. Ruangan itu sudah tidak difungsikan lagi. Pasien sudah sejak lama dipindahkan ke bangunan baru yang berada di ruangan lantai tiga di bagian dalam atau bagian timur kawasan rumah sakit.

Sementara itu, untuk laboraturium yang sempat terendam tidak mengakibatkan peralatan yang ada di dalamnya mengalami kerusakan. "Karena untuk peralatan laboraturium kita simpan di tempat yang tinggi, yang kena genangan air hanya lantainya," kata Denny.

Ruangan laboraturium masih menggunakan bangunan lama yang berada di kawasan cukup rendah. Rencananya laboraturium akan dipindah jika proyek multiyears yang di mulai tahun ini selesai. "Selesai proyek multiyears, ruang laboraturium akan kita pindahkan. Tahun ini ada dua proyek yang dilakukan di rumah sakit," kata Denny.

Salah satunya proyek ruangan bersalin untuk ibu dan anak dan pembangunan gedung baru di lokasi yang sering terendam banjir menggunakan APBD. (NACO/B-3)