BORNEONEWS, Jakarta - Sebelum kita lahir ke dunia ini, Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu, lalu kita diturunkan, pada sebidang tanah air, yang membentang dari Aceh sampai Papua, itulah Indonesia. Demikian penggalan awal puisi karya Zawawi Imron berjudul Indonesia Tanah Sajadah, yang dibacakan Menpora Imam Nahrawi di Lobi Utama Cilandak Town Square (Citos), Jakarta Selatan, Sabtu (3/6/2017). 


Dalam rilis yang diterima Minggu (4/6/2017), Kepala Biro Humas dan Hukum Kemenpora, Amar Ahmad menyebutkan, puisi itu dibacakan dalam peringatan Hari Lahir ke-72 Pancasila bertajuk We The Nation yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Itu bagian dari Pekan Pancasila yang digaungkan Presiden Joko Widodo, meluncur bagai busur anak panah melesat menggerakkan seluruh jiwa anak bangsa. 


Selain Menpora Imam Nahrawi, juga ada Menaker Hanif Dakhiri, Kepala Bekraf Triawan Munaf, tumpah ruah bersama berbagai elemen bangsa, politisi, etnis, budayawan, pelaku seni, selebriti, kaum senior dan anak muda, dalam acara tersebut.


Hadir dari berbagai elemen bangsa semakin memaknai tekad "Saya Indonesia, Saya Pancasila". Antara lain, Sukmawati Soekarnoputri, Sys NS, Addie MS, Glenn Fredly, JFLOW, Once Mekel, Mongol Stres, Romy Soekarno, Menur Soekarno, Banyu Biru Djarot, Puti Soekarno, Rinrin Marinka. Lalu, Kevin Aprilio, Wulan Guritno, Baim Wong, Dira Sugandi, Kirana Larasati, Chico Hakim, Tsamara Awany, Abhisalom Soerjosoemarno, Lukman Sardi, Winky Wiryawan, Ivanhoe Semen, Randolph Bubu.

  

Tidak berhenti pada seremonial peringatan semata, tentu seluruh komponen bangsa harus terus menggerakkan, menggalakkan, dan menguatkan Pancasila dimanapun, kapanpun, dan dalam situasi apapun. Bila kita semua mampu menjaga berarti kita hidup di ibu pertiwi Indonesia dengan damai, aman, nyaman, saling bahu-membahu, bersatu padu satu sama lain tanpa membedakan ragam perbedaan yang memang selalu ada dan tidak mungkin dihindarkan. 


"Disaat semua kita datang dari latar belakang berbeda, tidak ada yang dapat menyatukan kita kecuali rumah kita Pancasila. Itulah, kita semua ber-Tuhan, menjunjung kemanusiaan, tentu kita semua bersatu, bermusyawarah, dan menegakkan keadilan di muka bumi ini, dan tentu kita harus mengamankan membumikan Pancasila, saya Imam Nahrawi, saya Indonesia, saya Pancasila," pekik Menpora. 

 

Kepala Bekraf Triawan Munaf sebagai tuan rumah acara menyampaikan, kreativitas anak bangsa hanya akan muncul dan tumbuh berkembang bila bangsa ini jauh dari kebencian-kebencian, penuh toleransi dan saling bekerjasama. "Pancasila adalah jauh dari kebencian-kebencian, penuh toleransi, dengan demikian kreativitas anak bangsa akan tumbuh berkembang demi kemajuan bangsa." (KEMENPORA/cah/N).