BORNEONEWS, Puruk Cahu - Banjir yang melanda permukiman penduduk di bantaran Sungai Barito, Kabupaten Murung Raya (Mura) pada Selasa (30/5/207) telah surut. Meski begitu, bukan berarti masalah telah berakhir. Sebab, pascabanjir banyak jalan desa menjadi becek dan berlumpur.
Dari pantauan Borneonews di salah satu kawasan yang terdampak banjir yaitu Kelurahan Puruk Cahu, di sepanjang jalan masih dalam kondisi basah sehingga menyulitkan warga untuk menjalankan aktivitas mereka dengan normal.
"Karena kondisi jalan masih seperti itu (becek) tentu membuat malas untuk keluar rumah, kalaupun keluar rumah hanya untuk urusan penting saja," ungkap Kandar, warga Kelurahan Puruk Cahu, Minggu (4/6/2017).
Disampaikan Kandar, memang sudah menjadi kebiasaan setiap banjir surut pasti menyisakan lumpur dan becek. Hal itu biasanya berlangsung dua hari atau tergantung kondisi cuaca.
"Kalau kondisi panas tentu jalan akan cepat kering dan berlaku sebaliknya bila terus hujan turun. Saat puncak banjir beberapa hari lalu, ketinggian air dari permukaan sekitar 1,5 meter di Kelurahan Puruk Cahu ini," sebut Iskandar.(SUPRIADI/B-3)








