Menurut Juni, salah seorang pemilik keramba ikan di Kampung Banjar Kecamatan Katingan Hilir mengaku sejak kondisi air sungai meluap, ia dan puluhan pemilik keramba ikan lainnya waswas.
"Karena kalau kondisi air yang tiba-tiba naik menyebabkan keramba ikan kami rusak, ada yang diterjang batang kayu, dan arus sungai yang deras," katanya.
Beruntung, kata Juni, sejak kondisi air sungai mulai ada peningkatan, ia selalu aktif mengecek kondisi keramba ikannya itu.
"Saat kondisi air pasang atau meluap kemarin kita juga menyesuaikan tali pengikat keramba, sebab kalau tidak keramba kita bisa jauh karena tali sebelumnya saat air surut cukup panjang," ujarnya.
Juni mengaku memiliki lima keramba ikan yang semuanya adalah jenis nila. Menurutnya sejak air Sungai Katingan meluap, tidak jarang keramba ikan milik warga lainnya di Kampung Banjar mengalami kerusakan.
"Rata-rata keramba banyak yang bolong karena bambunya patah diterjang batang kayu yang larut," imbuhnya.(ABDUL GOFUR/B-8).








