BORNEONEWS, Sampit - Tes urine terhadap aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperlihatkan sedikitnya ada sekitar delapan orang positif narkoba.
Meskipun demikian, hasil tes urine itu diklaim oleh Kasatreskoba Polres Kotim AKP Wahyu Edi P masih belum bisa diketahui. "Hasilnya belum bisa diketahui, setelah selesai nantinya hasilnya akan kami sampaikan ke Pemerintah Daerah, sekitar satu minggu hasilnya baru kami serahkan," kata Wahyu, Senin (5/6/2017) di aula lantai II Setda Kotim.
Namun, dari pantauan Borneonews.co.id dari alat tes urine itu sangat jelas memperlihatkan, sekitar 8 orang positif narkotika golongan I jenis ampetamin dan mentafetamin.
Akan tetapi yang positif tersebut berasal dari Satpol PP atau Damkar yang mengetahuinya petugas, karena dalam tempat urine itu hanya diberi kode saja sesuai dengan nomor urut absen yang dites urine.
Tes urine itu dilakukan secara acak, siapa saja petugas yang ingin dites langsung diminta menyerahkan urinenya, di mana ditiap toilet dijaga ketat oleh petugas untuk menghindara petugas yang kabur atau menghindari tes tersebut.
Dari data petugas Damkar yang di tes urine yang dari kalangan ASN sebanyak 24 orang dan kontrak 63 orang. Sementara dari Satpol PP ASN 71 orang dan tenaga kontrak 39 orang. (NACO/B-5)
Delapan Anggota Damkar dan Satpol PP Kotim Positif Narkoba?
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Kotim Siapkan X-Fire untuk Padamkan Kebakaran Lahan Gambut
Helikopter Water Bombing di Kuala Pembuang Diharapkan Bantu Padamkan Kerhutla Kotim
Bukan Hanya Asap Kiriman, Ini Penyebab Kabut Asap Kian Tebal di Sampit
DLH Kotim Perjuangkan Pembangunan Laboratorium Lingkungan untuk Dongkrak PAD
Bupati Kotim Ajak Perbanyak Doa Minta Hujan saat Karhutla Belum Reda
Penjual Nanas Dialihkan ke Lingkar Utara setelah Jalan Ujung Landasan Bandara H Asan Sampit Ditutup
Komentar (0)
Memuat komentar…







