BORNEONEWS, Sampit - Penyerapan anggaran tahun 2017 hingga Juni di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih rendah. Itu berdasarkan rapat tim evaluasi pengawasan realisasi anggaran (Tepra) yang dilaksanakan di Bappeda setempat, Senin (5/6/2017).

"Penyerapan anggaran tahun ini rendah, salah satu penyebabnya terkait permasalahan jalan seberang dengan nilai sekitar Rp245 miliar belum terlaksana, makanya masalah ini tadi kita bahas dalam rapat Tepra," kata Asisten II Setda Kotim, Halikinor.

Dikatakan Halikin, serapan anggaran hingga Juni 2017 ini baru sekitar 24 persen, harusnya mencapai sekitar 40 persen, meski demikian, ia berharap ini bisa digenjot pada semester berikutnya agar bisa terealisasi dengan baik.

"Rapat Tepra tadi kita ingin menggenjot serapan anggaran kita, yang saat ini masih ada proyek yang belum jalan karena terkendala dengan kawasan, semoga bisa dipercepat, agar segera teralisasi," ucap Halikinor.

Mantan Camat MB Ketapang ini ingin pinjam pakai kawasan bisa diprioritaskan, agar bisa secepatnya tuntas. Beberapa waktu lalu tim dari pusat sudah turun mengecek lapangan, namun hingga kini SK pinjam pakai belum juga turun.

Selama ini Kotim selalu berada diurutan pertama dalam hal serapan anggaran, namun tahun ini hingga Juni masih belum tercapai, meski demikian ia yakin itu akan tuntas nantinya jika masalah kawasan segera teratasi. (NACO/B-5)