BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan stok telor ayam masih aman selama Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Namun ternyata di pasaran, justru harganya naik. Kenapa bisa begitu?

Rupanya Perindag percaya apa kata distributor yang menyebut komoditas tersebut dalam jumlah cukup di Palangka Raya dan sekitarnya, sehingga tidak akan membuat gejolak harga.

"Hasil sidak kemarin, agen besar untuk telur di pasar besar menyampaikan untuk telur ini tidak usah khawatir, karena disuplai dari pasokan lokal, ditambah Banjarmasin dan Jawa Timur," kata Jenta, salah satu kepala bidang di Dinas Perindag, Senin (4/6/2017).

Jenta nengakui telur ayam semula seharga Rp1.450 per butir ukuran besar pada April 2017 tapi sekarang Rp2.600 dengan ukuran yang sama.

Namun dia kembali mengatakan, kenaikan harga bukan pada pihak distributor. Melainkan tingkat agen atau di tingkat retail alias pengecer. (ROZIQIN/B-6)