BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat ini ada sebanyak 5.263 sektor usaha kecil dan 4.106 usaha menengah di Kota Palangka Raya. Produk yang dihasilkan bervariasi. Hal itu tentu membutuhkan strategi pemasaran yang tepat untuk menjual beragam produk tersebut.
Karenanya Kepala Disperindag Kota Palangka Raya Aratuni D Djaban mengapresasi terobosan yang diciptakan jajarannya, Hadriansyah, dengan mengembangkan Sistem Informasi Belanja Online Usaha Kecil yang kemudian disingkat Si Boncil.
Hadriansyah yang menjabat sebagai Kasi Bina Usaha Pemasaran Promosi dan Pendaftaran Perusahaan pada Disperindag Kota Palangka Raya merupakan pencetus inovasi terhadap pemasaran produk UKM tersebut. "Saya tentu menyambut baik program itu karena merupakan kreativitas pegawai yang sesuai amanat undang-undang tentang ASN," ungkap Aratuni, Senin (5/6/2017).
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2016 tentang ASN, menurut Aratuni, menyebutkan bahwa negara memberikan peluang dan mengharapkan ASN untuk kreatif.
"Kreatif artinya ada temuan-temuan yang sifatnya segar. Temuan tersebut mampu mempermudah pekerjaan, menghemat biaya tenaga kerja, menghemat sumber daya, menghemat dana, tetapi memperoleh hasil yang maksimal. Itu yang tertulis dalam undang-undang. Maka jelas kreativiitas ini sangat saya apresiasi," ucapnya.
Sementara itu, menurut Hadriansyah, Si Boncil dikembangkan untuk memperluas pemasaran produk usaha kecil menengah. Ia menyebut Si Boncil merupakan salah satu inovasi dan terobosan. Selama ini pemasaran dan promosi produk UKM menurutnya hanya dilakukan secara langsung padahal metode itu tidak selalu efektif.
"Maka, melalui sistem ini pelaku UKM di Kota Palangka Raya bisa memperluas pemasarannya. Kita berharap pemasaran produk UKM semakin tersebar luas, semakin efektif dan efisien," sebutnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








