BORNEONEWS, Palangka Raya – Jumlah pasokan tabung gas elpiji di Palangka Raya ditambah. Dari semula 207 ribu, kini menjadi 229.600 tabung. Jumlah agen di kota ini hanya tiga. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyebut pengawasan akan diperketat, termasuk meminta bantuan dari masyarakat jika ada penyelewengan.
Pasalnya, seringkali tidak terpantau adanya pengalihan distribusi tabung gas elpiji subsidi (3 Kg) yang seharusnya khusus beredar di wilayah Kota Palangka Raya namun faktanya seringkali ‘bocor” ke kabupaten tetangga tanpa ada tindakan.
“Ada kuota 1.238.720 tabung gas se-Kalteng. Khusus untuk Kota Palangka Raya sebanyak 229.600 tabung (Juni), meningkat dari sebelumnya (Mei) yang hanya 207 ribu tabung,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Energi dan Air Tanah Dinas ESDM Kalteng, Rahman, di Palangka Raya, Senin (5/6/2017).
“Pertamina juga akan tambah sebanyak 59.920 tabung elpiji untuk rentang 2 Juni hingga 4 Juli 2017 ini. Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat di Ramdan dan jelan hari raya,” tambah dia.
Salah seorag warga, Wira, mengatakan selama ini banyak elpiji yang harusnya beredar di wilayah Kota Palangka Raya, namun oleh oknum entah dari pangkalan atau agen, mengirimkan ke wilayah Kabupaten Katingan dan Gunung Mas. Hal ini merugikan warga Palangka Raya karena begitu stok sulit dicari atau bahkan sering kosong, pihak pangkalan semaunya meningkatkan harga jual.
“Pada pada akhirnya di pihak retail memanfaatkan pula dengan menaikkan harga,” kesalnya. (ROZIQIN/N).








