BORNEONEWS, Palangka Raya – Untuk mengantisipasi kelangkaan komoditas liquid petrolium gas (LPG) atau elpiji untuk tabung 3 Kg subsidi di pasaran jelang lebaran, pihak Pertamina menambah kuota disribusi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Jumlah kuota tambahan 59.920 tabung diedarkan antara 2 Juni hingga 4 Juli 2017. Untuk mengamankan dari tindakan penyelewengan dan menjaga ketersediaan stok tidak mengalami kelangkaan, termasuk pemantauan harga eceran tertinggi (HET), pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng akan meningkatkan pengawasan menjadi dua Minggu sekali dari sebelumnya hanya sekali.
“Kemarin tiga hari sebelum puasa dilakukan pengawasan, nanti kita akan lakukan pengecekan berkala, menjadi dua seminggu sekali. Tapi jumlah pangkalan di Palangka Raya mencapai ratusan,” terang Kasi Pengawasan Energi dan Air Tanah pada Dinas ESDM Kalteng, Rahman, Senin (5/6/2017).
Dia mengungkapkan, patokan harga yang dituangkan dalam SK mengenai HET di tingkatan pangkalan, bukan di pedagang ecer. Ini yang menurutnya harus dipahami oleh sejumlah kalangan termasuk masyarakat pengguna elpiji 3 Kg.
“Sebagai catatan HET sebesar Rp17.500 per tabung di pangkalan. Ada tiga agen di Palangka Raya. Di agen menjual Rp15 ribu, kemudian turun ke pangkalan menjadi Rp17.500. Nah adapun dipengecer, itu pasti lebih dari harga itu,” jelasnya.
Sementara tu info di lapangan, ada kalanya pangkalan yang menjual Rp18 ribu hingga 20 ribu bahkan ada yang mencapai Rp23 ribu. (ROZIQIN/B-6)








