BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Holding Perkebunan (PTPN III) berencana menyelenggarakan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada 2018.
"IPO-nya sudah direncanakan, namun belum masuk Rencana Jangka Panjang Perusahaan," kata Direktur Utama PTPN III, Dasuki Amsir, di sela acara buka puasa di Jakarta, Senin (5/6/2017).
Ia beralasan PTPN IV diprioritaskan IPO karena perusahaannya sehat, memiliki bisnis inti kelapa sawit yang berprospek menjanjikan, serta memiliki struktur keuangan yang kuat.
Holding Perkebunan menargetkan dapat melepas saham perdana sekitar 20-25%. Adapun rencana penggunaan dana IPO tersebut untuk modal kerja dalam rangka penanaman kembali sawit.
Per April 2017, Holding Perkebunan mencatat peningkatan penjualan selama empat bulan pertama tahun ini sebesar 35% atau menjadi Rp11,2 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2016 sebesar Rp8,3 triliun.
"Kenaikan sales ditopang oleh peningkatan produktivitas Crude Palm Oil (CPO) kebun sendiri sebesar 19% dan karet kering sebesar 5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu," ujarnya.
Dengan pertumbuhan pendapatan ini, laba bersih turut membaik dengan perolehan sebesar Rp488 miliar per akhir April 2017 dibandingkan periode yang sama pada 2016 merugi senilai Rp604 miliar.
Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang peningkatan penjualan karena dampak meningkatnya produktivitas tanaman dan upaya efisiensi untuk menekan harga pokok serta didorong oleh kenaikan harga komoditas.
"Jadi pencapaian laba bersih konsolidasi sebesar Rp488 miIiar, bukan saja berkah dari kenaikan harga komoditas, namun dari hasil evaluasi kami perbaikan kinerja yang terjadi dikarenakan adanya perubahan budaya kerja dan efisiensi dalam operasional baik di on farm ataupun off farm," jelas dia. (NEDELYA RAMADHANI/m)








