BORNEONEWS, Palangka Raya – Menghadapi Ramadan dan lebaran 2017, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah meminta agar masyarakat untuk melakukan pola konsumsi cerdas.
Artinya berbelanja sesuai kebutuhan, tidak berlebihan apalagi menumpuk. Jika melakukan aksi beli jumlah besar, justru menekan harga yang berimbas harga naik.
“Biasanya ada beberapa komoditas yang menjadi promadona jelang hari raya. Lakukan pola konsumsi cerdas, belanja secara wajar, tidak lakukan ‘punic buying’ agar tidak malah membuat tekanan harga komoditas akhirnya harga naik,” ungkap Anggota TPID Kalteng, Setian, yang juga Deputi BI Perwakilan Kalteng, Selasa (6/6/2017).
Kabid Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalteng, Jenta menambahan hasil pantauan di pasar tradisional tidak ada komoditas yang mengalami gejolak harga, alias masih stabil dan normal.
“Kecuali bawang putih yang harganya naik. Tapi meamng di beberapa daerah juga naik. Ada yang sampai di harga Rp60 ribu seperti di Riau. Kita bersyukur di Kalteng tidak terlalu naik berkisar Rp 40ribu. Info dari pedang besar, ada kecenderungan malah harga turun,” terangnya. (ROZIQIN/B-6)








