BORNEONEWS, Nanga Bulik - Serapan anggaran Pemkab Lamandau hingga akhir Mei 2017 masih rendah. Betapa tidak, dari 40% yang ditargetkan, pemkab baru berhasil melakukan penyerapan di angka 26,48%.
Lambannya penyerapan ini disebut-sebut karena berbagai kendala, antara lain petunjuk teknis dana alokasi khusus (juknis DAK) yang terlambat turun dari pusat.
Menyikapi kondisi lambannya penyerapan anggaran tersebut, Wakil Bupati Lamandau, H Sugiyarto, saat memimpin Rapim Tepra meminta agar satuan organisasi pemerintah daerah (SOPD) melakukan sejumlah terobosan yang dapat mempercepat penyerapan anggaran.
"Ada beberapa langkah percepatan yang bisa dilakukan SOPD. Misalnya, terhadap proyek atau pekerjaan yang belum dilelang, segera komunikasikan dengan pihak ULP (Unit Layanan Pengadaan) untuk secepatnya dilelang," ujarnya.
Ketika sudah dilelang, lanjut dia, segera lakukan penandatanganan kontrak. Kemudian, kepada rekanan secepatnya pengerjaan fisik di lapangan dimulai.
"Kalau memang pekerjaan itu memerlukan kerja lembur, ya arahkan saja kepada rekanan untuk kerja lembur. Jangan dilama-lamakan," ucap Sugiyarto.
Wabup dua periode itu juga meminta, SOPD harus membuat jadwal dan monitoring agar bisa diketahui sejauh mana perkembangan pekerjaan yang dilaksanakan. (HENDI NURFALAH/B-2)
Tak Capai Target, Wabup Lamandau Minta SOPD Lakukan Terobosan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Orangutan Ira Temukan Rumah Baru di Hutan Rimba Setelah Selamat dari Karhutla Kotim
Kabut Asap di Nanga Bulik Kian Pekat, Penanganan Karhutla Terus Dilakukan
Asap Karhutla Hantam Wisata Riam Tinggi, Lima Trip Wisatawan Batal
Petugas Karhutla Lamandau Mulai Kelelahan dan Alami Tekanan Darah Tinggi
Wabup Lamandau Harap Kafilah FSQ Jaga Prestasi dan Nama Baik Daerah
Pangdam XXI/Tambun Bungai Minta Patroli dan Pencegahan Karhutla di Lamandau Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







