BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga Elpiji di Palangka Raya untuk tingkat pangkalan dan pengecer disebut-sebut melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Bahkan ada yang mencapai Rp22 ribu. Kemudian stoknya juga disebutkan langka.
Sementara saat Tim Satuan Tugas (Satgas) Mafia Pangan Kota Palangka Raya terdiri dari polres dan disperindag melakukan pengecekan di dua agen, tidak ditemukan masalah berarti. Semua stok dipastikan aman termasuk HET sesuai ketentuan.
Melihat hasil tersebut, Kepala Disperindag Kota Palangka Raya, Aratuni D Djaban menduga kelangkaan dan harga melebih HET diduga akibat permainan pangkalan atau pengecer.
“Yang mainin harga, diduga pangkalan atau pengecer. Kalau di agen semua dipastikan aman tidak ada masalah,” kata Aratuni D Djaban.
Dua agen yang telah dilakukan pengecekan yakni PT Putera Itah Bersama, di Jalan Junjung Buih III dan PT Resbayu di Jalan Rajawali.
“Semua aman tidak ada masalah. Kalaupun ada, mungkin gejolak pasar. Persediaan cukup. Harga dari Agen Rp 15.250,- sedangkan di Pangkalan sebesar Rp 17.500,” kata Direktur PT Putera Itah Bersama, Triyuda.
Hal senada juga disampaikan Manajer PT Resbayu, Bayu. Dia menyebut tidak ada masalah berarti selama ini. Semua juga dipastikan aman-aman saja dan berjalan normal. (BUDI YULIANTO/B-11)








