BORNEONEWS, Palangka Raya – Atlit disabilitas yang berjuang mengharumkan nama Kalimantan Tengah Kalteng) pada even Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat, belum menerima bonus sepeser pun.

Ketua National Paralympic Committee (NPC), Dessi menyampaikan, padahal torehan prestasi yang dipersembahkan para atlet disabilitas ini cukup banyak. Yaitu sebanyak 19 medali terdiri 1 emas, 12 perak, dan 6 perunggu.

DIa berharap perhatian pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng, sama dengan saudara sesama atlet lainnya yang normal dan tergabung di KONI Kalteng.

“Sampai saat ini atlet kami belum menerima bonus. Entah kenapa belum turun. Kalau boleh ya disamakan dengan yang sebelah (KONI) yaitu Rp 500 juta, kalau tidak bisa ya tidak apa-apa, yang penting ada,” harap Dessi saat berlangsung musyawarah olahraga provinsi (Musorprov) VII, Selasa (6/6/2017).

Dessi yang dijagokan akan menakhodai NPC Kalteng lima tahun ke depan ini, berharap perjalanan NPC Kalteng selama lima tahun akan datang lebih di perhatikan. Karena perhelatan yang digelar hampir sama dengan PON sehingga persiapan juga harus dilakukan dengan matang.

Tidak seperti tahun lalu, ketika mau mengikuti Peparnas 2016 di Jawa Barat, training center (TC) yang dilakukan atlet dan pelatih hanya selama seminggu sebelum keberangkatan. Belum lagi sarana prasarana latihan yang minim. Saat hendak berangkat pun, tidak tersedia dana untuk biaya tiket. Sehingga beruntung Kalteng mendapat torehan prestasi cukup banyak.

Di tengah himpitan itu, malah tim Kalteng menunjukkan taringnya. Alhasil, di kancah Peparnas, Kalteng menjai daerah yang disegani. Hal ini diakui Ketua I NPC pusat, Rio Suseno.

“Saya kaget bercampur bangga. Saya tahu persis bagaimana kesulitan mereka mau berangkat karena saya waktu itu ada di Kalteng dan melihat langsung. TC cuma seminggu dengan latihan seadanya, makan (gizi) seadanya, begitupun di Bandung pun tidur seadanya. Tetapi mereka meraih prestasi luar biasa. Andai TC dilakukan 3 bulan sebelumnya dan persiapan normal, yang 12 perak itu layak menjadi emas,” tandasnya. (ROZIQIN/B-11)