BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemeluk agama tidak hanya dituntut memiliki kesalehan dalam konteks beribadah, tetapi juga kesalehan sosial dalam hubungan bermasyarakat. Khususnya dalam Islam, prinsip ini terkandung dalam rukun Islam ketiga yaitu menunaikan zakat.

Pentingnya mengeluarkan rizki secara wajib berupa zakat ini diingatkan kepada pegawai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalimantan Tengah (Kalteng). Peringatan tersebut menjadi pesan moral saat buka bersama keluarga besar Disbudpar Kalteng, di Palangka Raya, Selasa (6/6/2017) petang.

“Ingatlah zakat dibayarkan atau dikeluarkan untuk membersihkan diri kita yang dinamakan zakat fitrah, dan dibayarkan untuk membersihkan harta kita yang dinamakan zakat maal. Ada hak fakir miskin dan yang berhak lainnya dalam harta kita,” ungkap Adri Nasution, penceramah dalam acara yang digelar di aula Disbudpar tersebut.

Sementara Kepala Disbudpar, Guntur Talajan menegaskan, kegiatan buka bersama tersebut dalam rangka meningkatkan ketaqwaan bagi pegawai yang melaksanakan Ibadah Puasa Ramadan, juga meningkatkan rasa kebersamaan dan silaturahim agar terbina kerukunan yaang baik.

Yang hadir pun, kata Guntur, tidak hanya pegawai Disbudpar tetapi sejumlah tokoh baik agama, adat, tokoh masyarakat dalam rangka mempererat silaturahim. Sebanyak 25 bungkisan diberikan kepada beberapa anak panti dan penyandang disabilitas.

“Kita juga sampaikan bingkisan hasil urunan pegawai untuk yang lebih membutuhkan. Kami undang beberapa tokoh, teman, sahabat, dari berbagai agama, supaya ini menjadi perekat, kebersamaan, keberagamaan terjaga walau berbeda keyakinan. Inilah kebhinekaan kita yang haru kita pupuk,” ungkap Guntur. (ROZIQIN/N).