BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Membaiknya kondisi cuaca dan kian luasnya area tanam diperkirakan dapat memulihkan industri kelapa sawit Indonesia tahun ini setelah tahun lalu masih mengalami dampak El Nino.

Namun demikian, proyeksi peningkatan produksi minyak sawit tahun ini akan memberikan tekanan terhadap harga minyak sawit mentah (CPO), sehingga mendesak untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri demi menyelamatkan harga agar tidak tertekan terlalu dalam.

Untuk 2017, produksi dan panen sawit Indonesia diperkirakan akan membaik, dibandingkan dengan musim panen tahun lalu yang mencapai 34 juta ton, atau 54 persen dari pasokan global, demikian data dari Departemen Pertanian AS yang dirilis awal pekan ini.

Sejumlah proyeksi untuk industri sawit mematok produksi CPO di kisaran 33 juta hingga 35 juta ton seiring dengan peningkatan produksi pada semester kedua, atau meningkat sekitar 10 persen dibandingkan raihan tahun lalu.

Sementara data yang direvisi dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan produksi CPO pada 2016 tumbuh 10 persen menjadi 32,5 juta ton, lebih tinggi dari estimasi sebelumnya yang sebesar 30 juta hingga 32 juta ton.

Sementara itu, penjualan ekspor Indonesia tahun lalu dari CPO tumbuh 8 persen menjadi US$17,8 miliar, meski terjadi penurunan dalam volume sebesar 2 persen menjadi 25,7 juta ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)