BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, masih menjadi daerah paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Bumi Tambun Bungai. Daerah ini juga patut mendapat perhatian lebih demi mencegah terjadinya Karhutla.
"Pulang Pisau rawan kebakaran. Kita patut mewaspadai. Makanya di sana embung juga banyak dibangun," kata Danrem 102/Pjg Kolonel Arm M Naudi Nurdika, di Palangka Raya, Rabu (7/6/2017).
Dia menuturkan, ada ratusan sumur bor yang telah terbangun di wilayah tersebut yang masuk wilayah Kodim Kapuas. Naudi berencana mengecek sumur bor tersebut untuk memastikan apakah berfungsi dengan baik, atau tidak.
Danrem menuturkan, fungsi utama satgas adalah mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. "Satgas sebenarnya gabungan. Tapi dalam konteks latihan penanggulangan ini sebenarnya internal kita. Namun demikian tetap ada dari instansi lain."
Ada tiga wilayah Kodim yang mengikuti latihan penanggulangan kebakaran. Yakni Kodim 1016 Palangka Raya, Kodim 1011 Kapuas dan Kodim 1015 Sampit.
"Sebenarnya kita menginginkan semua kodim ikut latihan. Hanya saja ini terkendala anggaran," tutur Naudi sembari menegaskan sampai sejauh ini tidak ada terpantau adanya kebakaran hutan dan lahan di Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila. (BUDI YULIANTO/N).
Pulang Pisau Masih Jadi Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Korban Karhutla Bromo Kembali Meninggal Dunia di RSUD Dr Soetomo
Komentar (0)
Memuat komentar…







