BORNEONEWS, Palangka Raya – Penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di Jalan Tjilik Riwut, Km 3, persisnya di depan kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya, yang menewaskan Rayemi (56 tahun)--guru SDN 1 Pahandut--masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Belum ada warga yang berkenan menjadi saksi atas peristiwa itu. Padahal, saat insiden terjadi banyak pengendara yang melaju di belakang korban. Karena itu, Kasat Lantas Polres Palangka Raya AKP Suprapto mengimbau warga yang mengetahui persis kejadian supaya menghubungi pihak berwajib atau datang langsung ke Polres untuk memberikan kesaksian.
“Siapapun masyarakat yang melihat, tolong kasih tahu kita bisa lewat telepon atau langsung datang ke kantor lalu lintas. Identitas Anda kami pegang,” kata AKP Suprapto, Rabu (7/6/2017).
“Untuk (sopir) truk (yang diduga melindas korban), tolong menyerahkan diri. Karena belum tentu juga bersalah. Yang menentukan bersalah nanti di pengadilan. Kami juga mengucapkan bela sungkawa terhadap keluarga korban yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan keterangan seorang pengendara motor bernama Maman, kondisi korban seusai kecelakaan sangat mengenaskan. “Saya waktu itu berada sekitar 100 meter di belakang korban. Tetapi saya tidak tahu awal kejadian. Tahunya korban sudah tergeletak di tengah jalan dengan kondisi kepala pecah,” kata Maman.
Mengenai kendaraan apa yang melindas korban, Manan mengaku tidak tahu. Hanya, bila dilihat dari kondisi luka korban, diduga kuat kendaraan roda empat atau lebih.
Informasi yang dihimpun Borneonews di lapangan juga masih simpang siur. Ada yang menyebutkan korban berencana mendahului truk di depannya, lalu terjatuh dan terlindas, ada juga yang menyebut awalnya korban menabrak mobil lalu terjatuh dan terlindas truk. Namun semua ini informasi itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. (BUDI YULIANTO/B-3)








