BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk menstabilkan harga daging di pasaran, Bulog Sub Divre Pangkalan Bun, kedatangan sebanyak satu ton daging beku dari Australia, Rabu (7/6/2017). Satu ton daging beku dari negeri Kangguru merupakan kiriman tahap pertama dari jatah yang diterima Bulog Sub Divre Pangkalan Bun sebanyak 2 ton.
Daging beku sebanyak satu ton tersebut terdiri dari 750 kilogram daging sapi dan 250 kilogram daging kerbau. Nantinya dua jenis daging baik sapi maupum kerbau itu akan di jual dalam kegiatan operasi pasar.
"Kobar mendapat jatah 2 ton daging beku dan nanti akan kita jual pada saat operasi pasar yang bertujuan untuk menstabilkan harga daging yang biasanya akan melonjak saat lebaran," terang Bagian Marketing, Bulog Sub Divre Pangkalan Bun, Ferdinand saat ditemui Borneonews, di kantornya, Rabu (7/6/2017).
Sementara itu, untuk tahap kedua dipastikan akan kembali datang satu ton daging beku baik sapi maupun kerbau yang waktunya diperkirakan mendekati hari raya idul fitri dan akan dipasarkan disejumlah titik di Kabupaten Kobar.
Ia menjelaskan bahwa harga daging beku yang dijual kisaran harganya berada di bawah harga resmi daging sapi yang dipatok asosiasi pedagang daging, saat ini harga dari asosiasi adalah Rp125 ribu. Sementara untuk daging sapi beku dijual perkilogramnya Rp80 ribu. "Untuk daging kerbau lebih murah lagi hanya Rp70 ribu perkilogramnya," ulas Ferdinand.
Untuk menghindari terjadi gesekan dengan pedagang lokal pada saat operasi pasar, maka Bulog akan melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan Kobar. (KOKO SULISTYO/B-8)
Satu Ton Daging Beku Tiba Di Bulog
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







