BORNEONEWS, Sampit - Korban jambret oleh dua tersangka, BK dan AR, ternyata seorang Pegawai Ngeri Sipil (PNS) di sebuah sekolah di Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Korban bernama Mima merupakan guru di salah satu sekolah di daerahnya. Beruntung korban tidak terluka atau terjatuh akibat hal tersebut," ujar Kapolsek Baamang Iptu I Made Rudia, Kamis (8/6/2017).

Akibat kejadian tersebut uang Rp1.3 juta dan barang berharga lainnya nyaris digondol pelaku. Hal itu karena tas berisi dompet di dalammya terdapat uang, dan telepon genggam miliknya berhasil dijambret pelaku. Beruntung tidak sempat dibawa kabur oleh tersangka, karena berhasil ditangkap aparat kepolisian bersama warga.

Kejadian itu bermula saat korban sedang melintas di Jalan Tjilik Riwut Km 3,5 samping Stadion 29 November Sampit, Rabu (7/6/2016) sore, naik sepeda motor.

Tiba-tiba dari arah samping kanan datang kedua pelaku yang mengendarai Yamaha Zupiter, hingga memepetnya.

Setelah jarak mereka semakin dekat, tiba-tiba salah satu dari tersangka langsung merampas tas korban yang ditaruh di boks motor depan. Hal itu membuat Mima kaget, dan langsung berteriak, "Maling-maling!"

Rupanya teriakan korban membuat jambret itu panik. Sehingga pelaku berusaha memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Namun apes, pelaku tak dapat mengendalikan motornya, hingga terjatuh. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas menghampiri dan beberapa dari mereka melayangkan bogem mentah. Beruntung saat itu polisi langsung sigap dan mengamankan kedua tersangka. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)