BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga tiket kapal laut PT Pelni yang resmi dipatok tidak lebih dari Rp200 ribu. Namun, di tangan para calo harganya naik berkali lipat, bahkan bisa mencapai Rp700 ribu.

Informasi itu disampaikan langsung Kepala Cabang PT Pelni Pangkalan Bun R Isdwisanto kepada Borneonews, Kamis (8/6/2017).

Menurut dia, kasus di atas sering dialami calon penumpang yang menggunakan jasa agen perjalanan untuk membeli tiket kapal. " Ini ada salah persepsi, harga Rp700 ribu itu padahal sudah termasuk penginapan dan ongkos travel tapi tidak dirinci oleh sopir travelnya," kata Isdwisanto.

Dijelaskannya bahwa harga resmi tiket kapal PT Pelni jurusan Kumai-Surabaya hanya Rp191 ribu. Sedangkan Kumai-Semarang Rp180 ribu. Tiket tersebut merupakan harga pembelian normal di loket resmi Pelni. Selain itu, bila membeli melalui ATM BRI, Alfamart, dan Indomaret akan dikenai biaya tambahan administrasi sebesar Rp10 ribu.

" Tidak ada penaikan harga tiket hingga di atas Rp200 ribu," tegas Isdwisanto.

Karena itu, ia berharap aparat berwajib bisa menindak tegas agen perjalanan atau sopir travel yang tidak profesional. Sebab, akibat ulah mereka sering terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Panglima Utar Kumai.

"Akhirnya kan para calon penumpang ini yang belum mendapatkan tiket menumpuk di pelabuhan dan mereka ini datang dari jauh seperti dari Kalimantan Barat. Sehingga ketika ditanya berapa harga tiket jawaban calon penumpang Rp700 ribu, mereka pikir mahal naik kapal," ujar Isdwisanto. (KOKO SULISTYO/B-3)