BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Operasi pasar murah yang menjual daging sapi dan kerbau beku di halaman kantor subdivre Pangkalan Bun, Kamis (8/6/2017) diserbu pembeli.

Mayoritas pembeli yang datang terdiri dari para ibu-ibu rumah tangga dan pedagang, mereka datang dari segenap penjuru kota Pangkalan Bun.

"Kalau beli di pasar mahal, masih 125 ribu, sementara di sini kita bisa dapat harga hampir separuhnya," kata Juairiah, warga kelurahan Raja, Pangkalan Bun kepada Borneonews di lokasi, Kamis (8/6/2017).

Ia mengakui kegiatan pasar murah ini membawa dampak ekonomis bagi warga. Pasalnya dengan harga yang murah, bisa mengurangi pengeluaran dan meringankan keluarga dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari saat ramadan.

Ia berharap operasi pasar tidak hanya terbatas saat ramadan tapi digelar berkelanjutan agar warga selain dapat menikmati daging juga berpengaruh pada stabilnya harga pasaran daging.

Sementara itu Marketing Kantor Bulog Subdivre Pangkalan Bun, Ferdinand mengatakan bahwa hingga pukul 8.30 WIb sudah terjual sebanyak 150 kilogram daging sapi. Ia menegaskan bahwa rata-rata pembeli dari kalangan ibu rumah tangga, pedagang bakso dan para pegawai.

Sementara itu khusus daging kerbau yang masih tergolong baru di Pangkalan Bun masih kurang diminati oleh masyarakat Pangkalan Bun karena merupakan hal baru.

"Kita datangkan lagi satu ton daging, tapi infonya dari pusat, daging sapi sudah habis, sisa daging kerbau saja," cetus dia.

Sebelumnya, sebanyak 1 ton daging sapi dan kerbau beku asal Auatralia tiba di Kantor Bulog Subdivre Pangkalan Bun. Rabu (7/6/2017).

Daging sapi dan kerbau itu akan dijual pada saat operasi pasar yang bertujuan menstabilkan harga daging sapi saat ramadan dan menjelang lebaran.

Untuk diketahuo bahwa 1 ton daging kerbau yang datang pada tahap pertama terdiri dari 750 kilogram daging sapi dan 250 kilogram daging kerbau.

Untuk daging sapi di jual perkilogramnya Rp80 ribu dan daging kerbau Rp70 ribu.(KOKO SULISTYO/B-8)