BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain memcemari Sungai Merundau, limbah milik PT BJAP II juga diduga memcemari Sungai Mengkahing yang bermuara di Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Warga sudah mengeluhkan pencemaran lingkungan itu sejak setahun terakhir ini.

"Sudah hampir setahun belakangan ini banyak warga yang mengeluh," ujar salah satu warga Pangkut, Noordiansah kepada Borneonews, Jumat (9/6/2017).

Ia menyebut, kondisi terparah terjadi saat hujan mengguyur wilayah tersebut. Beberapa kali, warga menuturkan, limbah yang diduga berasal dari PT BJAP II itu meluap  dari kolam penampungan limbah dan mengalir ke sungai.
"Kalau hujan turun, limbah yang berwarna hitam dan bau itu meluap dan mengalir ke sungai," bebernya.

Akibatnya, banyak ikan mati di sungai tersebut. Bahkan, beberapa warga mengalami dampak langsung seperti gatal-gatal dan sakit perut usai mengkonsumsi air sungai. "Tidak hanya minum airnya, makan ikan tangkapan dari sungai itu juga sering sakit perut," ucapnya.

Ia dan sejumlah warga meminta perusahaan bertanggungjawab atas pencemaran tersebut. "Saya sebagai anggota masyarakat menolak adanya limbah itu, jangan sampai masyarakat yang dirugikan," cetusnya.

Terkait dugaan pencemaran ini, pihak PT BJAP II enggan memberikan penjelasan. Melalui Kepala Bagian Humas, Darso saat dihubungi Borneonews mengaku, akan menyelesaikan persoalan tersebut. Sementara, pimpinan perusahaan tersebut menolak memberikan tanggapan.

Saat ditemui Borneonews, Darso hanya berjanji akan menginformasikan persoalan tersebut kepada atasannya dan segera memberikan penjelasan, namun hingga kini tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.(FAHRUDDIN FITRIYA/N).