BORNEONEWS, Muara Teweh – Banjir yang melanda sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Barito Utara telah surutnya seiring turunnya debit air Sungai Barito.
Meski begitu, Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Robansyah mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat berbagai macam penyakit akan mengancam pascabanjir. Beberapa penyakit yang biasa muncul pascabanjir di antaranya ISPA, diare, gatal jamur, serta demam berdarah.
Untuk itu, Robansyah menyarankan masyarakat yang mengalami gejala terserang penyakit supaya segera mendatangi sarana kesehatan terdekat. Sehingga bisa dilakukan pemeriksaan dini dan meminimalisasi terjadinya fatalitas kesehatan.
Ia menurutkan, pascabanjir tentunya akan banyak sampah yang berserakan karena terbawa arus air. Seperti kaleng, plastik, serta berbagai jenis sampah lainnya. Untuk sampah yang dapat menampung air, masyarakat diimbau segera membersihkannya dengan cara dikubur.
“Tentunya ini dilakukan untuk mencegah terjadinya perkembang biakan nyamuk aedes aegypti atau nyamuk demam berdarah,” kata Robansyah saat ditemui Borneonews di kantornya, Jumat (9/6/2017).
Dikatakannya bahwa berdasarkan laporan yang disampaikan pihak puskesmas, pada Mei 2017 tadi terdapat 22 kasus diare dan 126 kasus ISPA. Semuanya meruakan pasien di Puskesmas Lahei II, Kecamatan Lahei.
“Untuk puskesmas yang lainnya masih belum melaporkan perkembangan penyakit yang timbul di daerah masing-masing,” sebutnya.
Meski begitu, Dinas Kesehatan telah menyalurkan obat-obatan ke seluruh puskesmas di Barito Utara supaya bisa mengobati berbagai macam penyakit yang timbul saat dan pascabanjir. (RAMADHANI/B-3)








