BORNEONEWS, Palangka Raya - Mulai Senin (12/6/2017), perkembangan harga komoditas utama bakal dapat diakses masyarakat setiap hari. Menurut Wuryanto, kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) akan dilaunching dan langsung dapat diakses di seluruh Indonesia.

"Saat ini di Kalteng terdapat dua kota yang telah menyediakan informasi harga komoditas di pasar yaitu Palangka Raya dan Sampit. Di dalam website PIHPS, masyarakat dapat mengetahui harga di level pasar untuk beberapa komoditas utama," ungkapnya saat publikasi kebijakan BI di ruang Huma Hapakat, Jumat (9/6/2017) sore.

Dari data website PIHPS pada April dan Mei 2017, rata-rata komoditas pangan utama di Kalteng tidak mengalami kenaikan harga. Hal itu sejalan dengan survei inflasi Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2017 yang mengindikasikan rendahnya sumbangan volatile food atau inflasi komponen bergejolak.

"Dari data komoditas pangan utama di Kalteng tercatat hanya komoditas beras Jawa di Palangka Raya yang mengalami peningkatan pada Mei sebesar 7,08%," tutur Wuryanto.

Di sisi lain, penurunan harga tertinggi pada Mei 2017 terdapat pada komoditas cabai rawit di Palangka Raya yang mencapai 20,88%. Berdasarkan data PIHPS hingga 7 Juni 2017, sejumlah komoditas pangan utama di Kalteng masih berada dalam tren penurunan harga.

"Penurunan harga tertinggi terdapat pada komoditas daging ayam ras di Kota Sampit yang turun sebesar 4,46% bila dibandingkan dengan posisi harga pada Mei 2017. Di sisi lain, pergerakan harga komoditas bawang merah perlu menjadi perhatian karena pada awal Juni 2017 telah mengalami peningkatan harga sebesar 17,44% di Kota Palangka Raya dan 17,84% di Kota Sampit," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)