BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perikanan (Diskan) Kota Palangka Raya mencatat ada tiga metode budidaya yang populer diterapkan pembudidaya ikan di Palangka Raya. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Lensi Asi, saat dihubungi Borneonews, Minggu (11/6/2017).

"Secara umum masyarakat Palangka Raya menerapkan tiga cara dalam melakukan budidaya ikan. Pertama metode kolam, karamba serta yang ketiga Karamba Jaring Apung (KJA)," ungkap Lensi.

Ia menjelaskan teknik paling umum dan paling banyak digunakan oleh masyarakat yakni teknik keramba. Sehingga, tidak heran jika hasil panennya pun dicatat paling banyak dibandingkan dua teknik lainnya.

"Kalau menurut data kita pembudidaya ikan melaui metode keramba selama tiga bulan mampu menghasilkan 1.250,97 ton ikan dengan nilai Rp32,559 miliar lebih," jelasnya.

Sementara budidaya dengan metode kolam mencapai hasil hingga 1.136,44 ton dengan nilai Rp26,832 miliar lebih. "Budidaya menggunakan pola KJA yang tercatat hanya menghasilkan 0,62 ton dengan nilai Rp19,610 juta. Ini bukan berarti pola budidaya KJA tidak optimal, tapi karena hanya sedikit masyarakat yang menggunakan metode ini," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-8)