BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, H Abdul Sahid meminta agar kelompok relawan pemadam kebarakan di tiap wilayah di Kotim dibina secara berkelanjutan. Sehingga saat menghadapi musim kemarau mereka sudah siap.

"Petugas pemadam kebaran di desa-desa perlu diberdayakan, mengingat ketika menghadapi musim kemarau kerap kali mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar. Mereka bisa diandalkan untuk mencagah dan menanggulanginya," kata Sahid kepada Borneonews, Minggu (11/6/2017)

Menurut Sahid, akan lebih bagus lagi jika setiap desa punya relawan seperti itu. Mereka harus dibina dan difasilitasi. Hal ini penting untuk menekan luasan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya

Sahid mengungkapkan banyak relawan kebakaran namun masih terkenda dengan fasilitas. Dia sepakat jika memang pemerintah daerah memberikan alat bantuan di setiap desa rawan bencana kebakaran itu untuk dikelola.

"Kapan perlu bisa di manfaatkan dana desa yang di kucurkan untuk menujang operasionalnya dan memberdayakan mereka," ujarnya.

Menurut Sahid, kebakaran hutan dan lahan itu memang diprediksi akan terjadi, karena itu anggaran yang disiapkan pasti akan terserap. Sahid menilai kerugian masyrakat akibat bencana kabut asap tahun 2015 lalu sangat besar, bahkan hingga mnenelan korban jiwa. diharapkan hal itu tidak terulang kembali di Kotim.

"(Belajar) dari itu yang harus dilakukan dengan memperkuat jaringanan koordinasi dengan pemerintah pusat, sebab komitmen untuk menghadapi bencana kabut asap tidak cukup hanya dilakukan Kabupaten berserta dengan Pemerintah Provinsi Kalteng saja." (NACO/B-8)