BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Beras yang diduga dioplos dengan menggunakan bahan kimia ternyata diedarkan bersama rokok tanpa cukai. Hal itu diketahui saat Borneonews menelusuri ke sejumlah pedagang yang ada di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun.

Menurut para pedagang, beras tersebut diperoleh dari sales sembako yang datang ke pasar dengan menggunakan kendaraan box. "Biasanya para sales ini datang tengah malam menjelang dinihari sekitar pukul 02.00 WIB dan menggunakan mobil box," kata sumber itu yang merupakan salah satu pedagang di pasar, Senin (12/6/2017).

Selain membawa beras, para sales itu juga membawa rokok tanpa cukai.
Nekatnya, sales ini bertransaksi bukan di pasar tetapi di jalan lintas Pangkalan Bun - Kolam tepatnya setelah jembatan Sungai Arut, Kelurahan Baru.

Rokok tanpa cukai yang diedarkan ini menyerupai merk rokok dari salah satu produk pabrikan ternama hanya disamarkan satu hurufnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati akan mengambil langkah strategis dengan menggandeng pihak berwajib baik TNI maupun Polri, Disperindag dan bekerjasama dengan BPOM Kalimantam Tengah.

Ia menyebutkan, langkah pertama yang diambil ialah dengan menindak distributor beras. Dari situ akan diketahui lokasi beredar beras tersebut. "Dan langkah selanjutnya adalah penertiban," tegas Wakil Bupati. (KOKO SULISTYO/B-2)