BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 650 prajurit Yonif 631 Antang bakal menjalani pendidikan menjadi pasukan raiders atau elit selama tiga bulan di Pusat pendidikan dan Latihan Khusus (Pusdiklatpassus) di Cipatat, Bandung, Jawa Barat.

Ratusan prajurit itu dilepas secara langsung oleh Danrem 102 Panju Panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika di halaman Makorem, Senin (12/6/2017) sekitar pukul 16.30 WIB.

"Mereka ini infanteri biasa dan disiapkan menjadi raiders yang nantinya memiliki kemampuan pasukan elit," kata Nurdika didampingi Danyonif 631 Antang Letkol Inf M Roni Sulaiman.

Danrem menuturnya maksud kemampuan elit yakni mereka nantinya bisa melakukan perkelahian jarak dekat, pertempuran jarak dekat, perang kota dan memiliki kemampuan menambak yang jitu.

"Mereka akan menjalani pendidikan selama tiga bulan. Kita berharap, ketika pulang kemampuan mereka meningkat," ungkapnya.

Tujuan mengikuti pendidikan ini agar mereka menjadi pasukan raiders yang dapat menjalankan tugas di berbagai medan, baik di rawa, sungai, laut maupun pantai. Juga mempertahankan kedaulatan rakyat dan negara. Lalu menghadapi ancaman terorisme, kerusuhan, dan konflik perbatasan.

"Mereka nanti berangkat pada 5 Juli 2017 seusai lebaran. Juga ada prajurit dari Kalbar yang sama-sama berangkat dari Yonif 631 Antang," tegasnya. (BUDI YULIANTO/B-6)