BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Panglima Utar Kumai, Junaidi memprediksi 31.000 pemudik memilih menggunakan jasa transportasi laut. Mengantisipasi membludaknya calon penumpang pada puncak arus mudik yang menggunakan kapal, pihaknya telah jauh hari melakukan koordinasi oleh semua pihak terkait.

"Sampai saat ini sudah ada 5.000 pemudik keluar dari Pelabuhan Kumai dengan tujuan Semarang dan Surabaya," beber Junaidi dihubungi Borneonews, Rabu (14/6/2017).

Menurutnya, peningkatan jumlah pemudik itu karena anak anak sekolah mulai memasuki libur panjang. "Kami menganggap saat ini calon penumpang sudah lebih bijak dalam mengatur waktu pulang kampung, karena anak anaknya sudah libur sekolah jadi jauh hari sudah melakukan pemberangkatan pulang kampung," ujarnya.

Junaidi berharap, agar calon pemudik lebih berhati hati dalam membeli tiket kapal, apalagi saat ini pembelian tiket sudah dapat dilakukan secara online, harga dan jadwalnya sudah tertera.

"Calon penumpang bisa manfaatkan fasilitas itu, jangan sampai tertipu seperti tahun lalu, Jika harus membeli langsung, silakan membelinya di tempat resmi," pintanya.

Junaidi mengimbau calon pemudik agar tidak membawa barang berlebihan dan memakai perhiasan yang mencolok untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. "Kami selalu imbau itu kepada calon penumpang, demi keselamatan," terangnya.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan operator kapal untuk tidak menjual tiket melebihi kapasitas dan dispensasi yang telah ditentukan pusat, karena keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas. (FAHRUDDIN FITRIYA/B-2)